Saturday, March 04, 2006

Kalaedoskop Ummat Islam : Sebuah Refleksi Untuk Ummat Islam

Kaleidoskop Dunia Islam 1426 H/2005 M:
Sebuah Refleksi Untuk Ummat Islam
Oleh : Ubedilah Badrun

Jika kita merangkai peristiwa yang terjadi di dunia Islam dalam rentang waktu satu tahun maka amat banyak kita temukan data peristiwa, tidak hanya puluhan peristiwa tetapi bisa ratusan peristiwa. Sebab merangkai peristiwa di dunia Islam berarti juga merangkai peristiwa yang terjadi pada kurang lebih 1,5 milyar manusia di dunia, ini berarti kurang lebih 1/4 dari populasi seluruh penduduk bumi. Kemudian, jumlah negara muslim di dunia juga cukup banyak, yaitu 57 negara, dan itu berarti hampir 1/3 dari jumlah negara di dunia. (http://www.irib.com/worldservice). Karenanya dengan keterbatasan kapasitas saya untuk mengamati peristiwa satu tahun yang terjadi di dunia Islam, saya hanya akan menyebutkan beberapa peristiwa saja yang dibagi dalam lima kategori yaitu (1) Bencana Alam, (2) Peristiwa Seputar Palestina, (3)Penghinaan Terhadap Islam, (4) Perkembangan di Eropa, dan (5) Perkembangan Politik Islam. Dan di penghujung tulisan ini akan ditutup dengan sebuah Refleksi dan Pesan Bagi Ummat Islam.
Bencana Alam
Setelah pada penghujung tahun 1425 H / 2004 M ummat Islam terperanjat dengan peristiwa tsunami di Aceh yang menelan korban ratusan ribu jiwa dan menyedot perhatian dunia, sepanjang tahun 1426 H / 2005 M di belahan dunia Islam lainya juga dilanda bencana alam yang terus memperpanjang daftar penderitaan ummat Islam. Gempa bumi berukuran 6.4 Skala Richter terjadi di Zarand, Iran pada Februari 2005 yang merenggut lebih dari 500 jiwa. Kemudian pada bulan Maret 2005 gempa susulan (8,6 SR) terjadi di kepulauan Nias yang mengakibatkan tsunami dan lebih 1.600 jiwa meninggal, selain itu tujuh puluh persen bangunan luluh lantak karenanya.
Pada 8 Oktober 2005 ummat Islam kembali dikejutkan dengan peristiwa gempa bumi di wilayah Asia Selatan (Pakistan, Afghanistan, dan India). Gempa bumi yang berkekuatan 7.6 Skala Richter terutama yang terjadi di Pakistan tersebut merenggut kira-kira 83.000 nyawa dan tiga juta orang kehilangan tempat tinggal. Dari korban bencana gempa yang meninggal tersebut, 17.000 diantaranya adalah anak-anak. (www.islamhadhari.net). Selain itu gempa juga sempat terjadi di Mekkah. Gempa sengan kekuatan 1,7 SR mengguncang kota Mekkah pada pukul 01.00 Senin 12 September 2005. Getaran gempa tersebut dirasakan oleh penduduk pinggiran el-Otaibi sebelah Utara Mekkah. Bersamaan dengan itu terdengar suara keras karena reruntuhan yang berjarak 8 KM dari lokasi Masjidil Haram sehingga membuat penduduk sekitar cemas.
Peristiwa Seputar Palestina
Rakyat Palestina melangsungkan Pemilu memilih presiden yang baru, sebagai pengganti Yasser Arafat yang meninggal di Paris. Dalam pemilu yang berlangsung pada 10 Januari itu, Mahmud Abbas, berdasarkan hasil sementara menunjukkan perolehan suara yang cukup besar, 62%. Sementara itu, lawannya, yang memimpin kelompok Fattah baru Marwan Barghoutti mendapat 19,8%.
Kongres Ummat Islam Indonesia (KUII) yang berakhir pada 21 April 2005 berhasil merumuskan 14 rekomendasi penting berhubungan dengan Kondisi Ummat Islam Indonesia dan dunia internasional. Termasuk dukungan terhadap pembebasan al Aqsha dan perjuangan Palestina. Ke-14 rekomndasi tersebut tertuang dalam apa yang disebut DEKLARASI JAKARTA. Berkaitan dengan masalah dunia Islam internasional, KUII menuntut pemerintah Indonesia berperan aktif menyelasaikan masalah Ummat Islam, diantaranya masalah Palestina, Kasmir, Irak dan yang lainnya.
Pada April 2005 ribuan Yahudi ekstrim beramai-ramai menuju Masjid Al-Aqsa dengan alasan melakukan ritual Yahudi (Paskah ala Ibrani). Hal ini dilakukan dibawah keterlibatan polisi Zionis Israel. Ini dilakukan sebagai upaya lanjutan yang pernah dilakukan ekstrimis Yahudi menerobos Al-Quds pada 10 April lalu yang berujung dengan kegagalan.
Para pemimpin Arab dan Amerika Latin melakukan pertemuan puncak di Brasilia, Brasil pada 10 Mei 2005. Dalam pertemuan itu menghasilkan resolusi mengutuk pendudukan Israel di tanah Palestina. Selain itu, meminta agar Israel meninggalkan tanah yang diduduki sejak perang tahun 1967. Konferensi itu meminta agar Israel menyerahkan Yerusalem Timur kepada pihak Palestina, yang akan menjadi ibukota negeri Palestina. Pertemuan itu diakhiri kerjasama antara negara-negara Amerika Latin dan Arab. Hadir Mahmud Abbas, dan juga Presiden Brasil, Lula da Silva.
Pada 12 September 2005, Israel menarik seluruh tentara dari Gaza dan Tepi Barat. Ini menandai berakhirnya pendudukan yang dilakukan Israel terhadap wilayah itu, yang sudah berlangsung selama 38 tahun. Ribuan orang berpawai di jalan-jalan mengungkapkan kegembiraan atas keluarnya Israel , hingga larut malam.
Pada 21 November Perdana Israel Ariel Sharon menyatakan keluar dari Partai Likud dan membentuk partai baru, Kadima. Partai ini menampung berbagai tokoh, termasuk mantan pemimpin Partai Buruh, Simon Pherez. Likud merasa kecewa, karena Likud dianggap tidak sejalan dengan garis politik yang ingin ia jalankan, terutama untuk membuka hubungan politik dengan pihak Palestina.
Penghinaan Terhadap Islam
Pemerintah Amerika pada 4 Juni 2005, melalui Departemen Pertahanan mengakui telah terjadi penghinaan terhadap al-Qur'an di kamp Guantanamo. Al Qur'an dikencingi dan dibuang ke toilet. Ini bukan pertama kalinya dilakukan tentara Amerika, hal ini terjadi juga di Iraq dan Afghanistan.
Pada 27 Juli 2005 skandal kejahatan yang dilakukan militer Amerika di penjara Abu Ghuraib terkuak berkat pengakuan dari orang-orang yang dibebaskan dari penjara itu. Cara-cara kotor dan penyiksaan, termasuk pelecehan seksual dilakukan tentara Amerika untuk mendapat pengakuan.
Pada 30 September 2005 Flemming Rose Redaktur Budaya Koran Jylands –Posten memutuskan untuk menampilkan 12 kartun Nabi Muhammad SAW, pada halaman 3 koran tersebut. Salah satu Kartun tersebut menampilkan Nabi Muhammad SAW, dengan memakai surban yang berisi bom. Kartun lain menampilkan Nabi dengan tanduk di kepala. Sementara yang lain menggambarkan beberapa pembom bunuh diri yang datang di pintu surga disambut oleh Nabi. Sebuah penghinaan yang sangat keji terhadap sosok mulia, sosok yang sangat berpengaruh dan qudwah bagi milyaran ummat muslim di Dunia.
Perkembangan di Eropa
Presiden Uni Eropa saat ini adalah Austria. Karenanya mencermati perkembangan Islam di Austria menjadi menarik. Austria adalah sebuah negara yang berada di kawasan Eropa Barat. Hingga di penghujung 2005 ini , di Eropa Barat komunitas muslim sudah mencapai jumlah antara 12 hingga 15 juta jiwa lebih. Mereka di antaranya menetap di Austria.
Pada 4 Maret 2005 pemimpin Belgia, marah mendengar seorang wanita muslim dipaksa meninggalkan pekerjaannya, setelah ancaman kematian yang diterima bosnya, yang memperingatkan dia untuk memecatnya karena mengenakan jilbab. Dalam perkembangannya, kasus yang muncul ke permukaan akhir tahun lalu itu, Naima Amzil (31), memutuskan mundur dari pekerjaannya, setelah majikannya mengirim surat ancaman ketujuh, termasuk dua peluru. Sejumlah politisi menyampaikan penghormatan atas keputusan (Naima) itu, tapi benci bahwa masalahnya akan menjadi penting."Saya terkejut," kata Perdana Menteri Guy Verhofstadt. "Kami akan melakukan apa saja semampu kami untuk menemukan orang-orang yang berada di belakang kasus itu." Peristiwa ini bermula ketika Rick Remmery, yang memimpin sebuah perusahaan yang memroses makanan di Belgia barat, menerima sebuah surat yang meminta dia memecat Amzil, jika ia bersikeras mengenakan kerudungnya saat bekerja.
Sementara di Swiss hingga penghujung tahun 2005 Islam merupakan agama kedua terbesar setelah agama Kristen. Jumlah warga Muslim meliputi 4,5 persen dari 8 juta jumlah penduduk Swiss atau sekitar 350.000 jiwa. Angka itu belum termasuk warga Muslim imigran ilegal yang jumlahnya mencapai 10.000 orang. Warga Muslim di Swiss kebanyakan keturunan Turki dan Balkan.
Di Eropa Timur pada Februari 2005 hadir sejarah baru yakni ketika Muslim di Tatarstan memulai mendirikan Masjid terbesar di Eropa yang dilengkapi dengan madrasah yang difungsikan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan sains. Sebuah peristiwa yang mendorong Geliat Islam di benua Eropa.. Masjid tersebut terletak di Republik Tatarstan, negara pecahan Uni Soviet. Masjid Qul Sharif merupakan nama yang diberikan kepada bangunan masjid itu. Berada di ibukota negara, Kazan, peresmiannya berlangsung pada Jumat, 24 Juni lalu, sekaligus bertepatan dengan hari berdirinya ibukota Kazan yang ke-1000. Hadir dalam kesempatan itu ribuan warga Muslim Tatarstan, demikian pula ratusan tamu undangan yang berasal dari perwakilan negara-negara sahabat.
Sementara, sejak awal januari 2005 di Rusia sekitar 20 ribu orang lebih telah menjadi mualaf. Angka itu, mengutip situs Islamonline, hanya di ibukota Moskow saja. Pada periode 2 tahun sebelumnya, sekitar 12.450 orang telah menyatakan diri sebagai Muslim."Dari jumlah pemeluk Islam baru itu, sebanyak 60 persennya adalah dari kaum nasionalis yang belum pernah memeluk agama apa pun," slah satu isi laporan di situs islamonline. Sebanyak 75 persen dari jumlah itu terdiri dari kaum hawa berusia antara 17-21 tahun dan mereka memang sedang mencari panduan melalui agama.
Perkembangan Politik Islam
Beberapa bulan terakhir ini nampak muncul suatu kebangkitan baru di negeri-negeri Muslim, yang dipersepsikan Barat sebagi anti Barat. Lebih dari 75 persen kursi parlemen Afganistan jatuh ke dalam kekuasaan kelompok-kelompok jihad, sedangkan di Irak sekitar 50 persen kursi parlemen dikuasai oleh kelompok Islam anti Barat,di Iran Mahmoud Ahmadinejad dilantik menjadi presiden Iran yang memenangkan pemilu yang digelar secara bebas dengan perolehan suara 6l,6%, Ahmadinejad dijuluki oleh pers Barat sebagai tokoh garis keras yang melawan hegemony Barat..
Pada 16 November 2005 Ikhwanul Muslimun berhasil mengubah sejarah politik Mesir. Gerakan da'wah yang didirikan Hasan al-Banna ini secara mengejutkan memenangkan pemilihan parlemen dan mengantongi suara 88 kursi (20%). Pemimpin Ikhwanul Muslimun, Dr.Mahdi Akif, secara tegas menolak ajakan pemerintah untuk melakukan koalisi. Ikhwan mempunyai peluang untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Sementara pada 26 Januari 2006 yang baru lalu HAMAS memenangkan 70 % dari 132 kursi parlemen, dengan demikian Palestina jatuh ke tangan HAMAS.
Refleksi dan Pesan Bagi Ummat Islam
Beberapa peristiwa yang sengaja penulis urai secara singkat diatas yang merupakan sebagian saja dari berbagai masalah lainya yang terjadi di dunia Islam sepanjang tahun 1426 H adalah fenomena yang complicated. Ada fenomena bencana alam yang membuat kita terenyuh dan tak tahan untuk meneteskan air mata, ada fenomena Palestina yang masih terus harus menghadapi berbagai kemungkinan (meski Hamas menang pemilu) dan tantangannya tak kunjung usai hingga saat ini, ada perkembangan kwantitas muslim yang menggembirakan di Eropa meski kini menghadapi stigma yang dibangun AS dkk, ada kemenangan partai-partai Islam di sejumlah negera muslim yang cukup menggembirakan meski harus diuji dengan berbagai tantangan hari ini dan kedepan, hingga peristiwa penghinaan terhadap Islam dengan dimulai penghinaan terhadap Alqur’an oleh pasukan AS di Guantanamou, penghinaan terhadap komunitas muslim di penjara Abu Gharib, hingga penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Kepedihan ummat Islam amat mendalam atas peristiwa penghinaan ini.
Meratapi berbagai hal yang menimpa ummat Islam adalah tidak selayaknya dilakukan oleh ummat Islam saat ini. Realitas peristiwa yang menimpa ummat Islam harus dijadikan Ibrah atau pelajaran atau tanda-tanda bagi muslim yang berakal (lihat Q.S 12 : 111) untuk dijadikan sebagai semacam The New Starting point of Islamic Civilization Era setelah Peradaban Madinah, Peradaban Umawiyah-Abasiyah yang telah ratusan abad lalu mempengaruhi sejarah ummat manusia. Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan belajar dari peristiwa 1426 H yang lalu?
Di tahun baru 1427 Hijriyah ini ummat Islam setidaknya melakukan dua hal, yakni Muhassabah (instrospeksi-refleksi) dan menjadikan momentum tahun baru Hijriyah 1427 H ini sebagai Nuqthoh Al Hijrah (titik Peralihan) dari perilaku zhulumat (kegelapan) ilanur (menuju cahaya) perilaku yang membawa manfaat dan berkah.
Selain itu dalam konteks persolan global umat Islam sudah harusnya menyadari kekuatan dan potensi yang kita miliki, sehingga dengan potensi ini kita mengetahui kenapa Allah Swt menjuluki kita sebagai khairul ummah, umat yang terbaik (Q.S 3: 110). Dari ayat tersebut kita bisa memahami bahwa potensi moralitas Islam tentang amar ma’ruf nahyi munkar dan keimanan yang kuat adalah modal penting bagi terwujudnya status ummat terbaik (khoirul ummah).
Potensi dan sekaligus kekuatan ummat Islam secara obyektif juga harus dirinci. Denny Kodrat yang tulisannya dimuat di kammi online mencoba merinci potensi ummat Islam tersebut. Dalam kesempatan ini saya akan memilah potensi tersebut menjadi empat potensi obyektif yaitu (1) obyektifitas ajaran, (2) obyektifikasi sejarah, (3) obyektifitas sumber daya alam , (4) obyektifitas sumber daya manusia, dan (5) obyektifitas politik Islam Kontemporer.
(1) Obyektifitas Ajaran : Islam adalah ajaran yang obyektif, yang lahir sesuai fitrah manusia yang memiliki jiwa dan akal. Ia memiliki konsepsi kehidupan yang syumul (menyeluruh) yang membuat akal bekerja optimal dan membuat jiwa menemukan kedamaiannya. Dari keharusan optimalnya akal bekerja inilah konsepsi Islam menjiwai lahirnya konsep-konsep sosial dan membenarkan realitas yang eksakta (sunatullah) seperti temuan-temuan keilmuan modern (science & technology). Dan dari dahaga jiwa yang selalu ingin menemukan kedamaian itulah Islam memberikan keseimbangan hidup (harmony). Realitas obyektif ajaran inilah yang kini menyedot perhatian milyaran umat manusia didunia memeluk Islam. Sejarawan Inggris (orientalis) Arnold Toynbe pernah mengatakan” Islam is not simply a system of belief, it is a complete system of life”.
(2) Obyektifitas Sejarah : Realitas sejarah Islam adalah sejarah agung. Kisah sejarah yang digambarkan Alqur’an adalah bukti obyektif tentang bagaimana Islam menyejarah. Sejarah Islam adalah sejarah peradaban. Dari peradaban Madinah hingga peradaban Umawiyah-Abasyiah Islam telah menunjukkan dirinya secara obyektif sebagai sebuah peradaban. Samuel P Huntington yang bukunya (the Clash of Civilization: 1996) di baca oleh Bush telah memahami betul bahwa Islam adalah peradaban yang memiliki keunggulan.

(3) Obyektifitas Sumber Daya Alam : Negeri Islam adalah wilayah yang kaya sumber daya alam dan strategis secara geopolitis. Lebih 70% cadangan minyak dunia yang sangat vital itu ada di dunia Islam .Belum lagi sumber daya alam lain (emas, timah, tembaga, batubara, dan sebaganya). Hampir 80% potensi alam yang dapat dieksploitasi berada di dunia Islam (Dari Asia sampai Afrika).
(4) Obyektifitas Sumber Daya Manusia : Secara kuantitas ummat Islam adalah ummat yang sangat besar (lebih dari 1,5 milyar). Realitas kuantitas sumber daya manusia yang lebih besar dari pemeluk agama manapun ini merupakan potensi pasar yang sangat besar. Selain itu ummat Islam saat ini adalah ummat yang sedang merangkak maju secara kualitas seriring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di negera-negara muslim, termasuk di Indonesia.
(5) Obyektifitas Politik Islam Kontemporer : fenomena politik di Afghanistan, Iraq, Iran, Mesir, dan Palestina yang secara umum saya sebut sebagai munculnya generasi baru Islam sebagai bibit peradaban baru di Timur Tengah adalah sebuah realitas obyektif yang tidak bisa dipungkiri dan dihentikan oleh Barat. Karena di lima negara tersebut nyata-nyata menggunakan Demokrasi yang di bawa Barat untuk dipraktekkan di negera-negara Islam. Artinya politik di dunia Islam tidak alergi terhadap Demokrasi dan membuka peluang kemenangan bagi komunitas muslim yang memiliki visi yang jelas seiring dengan meningkatnya kesadaran islam dan politik yang mulai menuju kearah kematangan di dunia Islam.Di Indonesia dan Malaysia kecenderungan kearah kematangan politik ummat Islam juga nampak, termasuk di belahan Eropa (di beberapa negara Eropa Ummat Islam mulai masuk di parlemen).
Dengan mencermati potensi dan kekuatan diatas setidaknya dunai Islam memungkinkan memainkan perannya dalam menata dunia yang saat ini sedang sakit keras akibat salah atur dunia yang dibangun dengan idiologi yang tidak sesuai dengan keutuhan fitrah manusia (liberalisme). Idiologi liberalisme yang dianut Amerika dkk ini telah menemukan titik jenuhnya yang melahirkan perlawanan dari berbagai kalangan (dari kalangan idiologi yang paling kiri sampai idiologi yang paling kanan). Terorisme adalah contoh bentuk perlawanan yang paling radikal di abad 21 ini khususnya terhadap AS. Terhadap terorisme ini AS telah melakukan kesalahan besar karena melakukan kekerasan militeristik unilateral terhadap dunia Islam dan stigmatisasi yang keliru terhadap Islam. Tak kurang Pemimpin Open Society Institute, George Soros, awal Januari 2006 lalu di Jakarta mengemukakan bahwa “Kesalahan Bush adalah menuduh Islam sebagai teroris, dan itu kesalahan terbesarnya,” (www.tempointeraktif.com). Sebuah pernyataan keras dari sosok misterius yang pada 1997 dinilai public sebagai actor gonjang-ganjingnya nilai rupiah.

Setelah potensi ummat Islam terungkap dan dunia Barat (AS) telah dinilai salah tidak hanya oleh ummat Islam tetapi oleh sesama komunitas Barat, kini saya mengajukan pertanyaan “apa yang harus dilakukan dunia Islam?” Dibawah ini adalah jawaban yang bisa kita diskusikan dan renungkan bersama:
1. Ummat Islam secara individual maupun jamaah kembali dituntut untuk memahami Islam dengan benar dan kaffah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Kembali mendekati Alqur’an dan Assunnah. (lihat Q.S 2:208)
2. Ummat Islam harus melakukan konsolidasi internasional untuk kepentingan peradaban baru dan kepentingan damainya dunia dalam naungan peradaban Islami. Minimalisir perselisihan intern ummat Islam. (lihat Q.S 3:103)
3. Negara-negara Islam ataupun yang mayoritas penduduknya ummat Islam harus menjadi simpul-simpul peradaban. Hal ini menuntut peningkatan kapasitas penduduk muslim baik kapasistas keislaman dan kapasitas penguasaan alat-alat peradaban seperti ilmu pengetahuan dan tehnologi sebagai tanggungjawab kekhalifahan manusia muslim (lihat Q.S 2:30)
4. Menjunjung tinggi semangat Hijrah Rasulullah yang salah satunya melahirkan perjanjian perdamaian terutama menyangkut hubungannya dengan bangsa lain yang berbeda agama. Hal ini sebagi bagiaj dari upaya mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam ( lihat Q.S 21:107)Semoga empat hal diatas bisa dijadikan bekal untuk kita renungkan dan diskusikan bersama sebagai bentuk kepedulian kita kepada ummat sebagaimana tuntunan hadist rasulullah “Barang siapa bangun pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah. Barang siapa tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka tidak termasukgolongaku”. (HR.Thabrani).Wallahua’lam bishowab.


Sumber Bacaan :

Al-qur’an
Al-Hadits
http://www.euro-islam.info
http://www.infopalestina.com
http://www.irib.com/worldservice
http://www.islamhadhari.net
http://eramuslim.com
http://www.republika.co.id
http://www.majalahsaksi.com
http://www.isnet.org/archive-milis/archive95
Http://www.tempointeraktif.com
http://www.insistnet.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

<